Siapkah..
Gw benci banget dengan yang namanya jarum suntik… lebih baik gw dicium cewek cantik super seksi daripada harus melakukan ritual ambil darah kayak sekarang ini… sama-sama tersiksa.. tapi beda siksaannya.. ge ge ge…
Dah sejak 5 hari yang lalu gw mempersiapkan diri menghadapi moment2 ini… momen of truth…
“Pak Helal”
“Ya”
“Silakan masuk buat diambil darahnya”
“oke mbak” sahutku mantap
“Silakan duduk Pak, mau tangan kanan atau tangan kiri”
Duh.. ne suster semok juga…
“Tangan kanan aja mbak”
Biar kelihatan lebih macho.. xi xi xi xi…
“Dah siap pak ? kepalkan tangannya dan tarik napas…”
OH MY GOD.. benda kecil itu siap menyerang !!!
“Tunggu mbak… duduknya belum pas..” seruku panik
“Dah siap pak ?”
Bentar ya.. saya berdoa dulu…
“Dah siap pak ?”
“Boleh ke kamar mandi dulu nggak mbak ?”
Setelah beberapa saat… Sigh… akhirnya berakhir juga penderitaan itu…kayaknya masih kurang persiapan mental gw menghadapi jarum suntik sialan... huh...
Iseng2 sambil melepaskan trauma, login to facebook dech…
“Jum’at lagi, berarti umur kita bertambah seminggu dan berarti seminggu lebih dekat ke alam kubur… siap ?”
Waduh… status update temen gw ini menyeramkan juga ya…
Masalah siap en nggak siap…Ukurannya apa ya…
selalu orang bilang kita harus siap lahir dan bathin untuk menghadapi segala bentuk perubahan dalam hidup ini.. baik yang positif maupun negative…
Perpindahan dari alam hidup ke alam kubur, kalo bisa dibilang adalah suatu bentuk perubahan yg cukup ekstreem dan permanent (dalam kaca mata fisik manusia), yang cepat atau lambat semua orang pasti akan menghadapinya.
Karena memang ada berbagai macam perubahan yang terjadi dalam hidup ini….
Ada perubahan yang skalanya kecil, ada yang skalanya besar…
Ada perubahan yang bobotnya ringan, ada yang bobotnya berat..
ada perubahan yang bersifat jangka pendek, ada yang bersifat jangka panjang
ada perubahan yang bersifat sementara, ada yang bersifat permanent.
Ada perubahan yang terkontrol, ada yg tidak
Dll
Pertanyaannya, apakah ada orang yg bener2 100% siap menghadapi perubahan ?
Seorang kawan yang sudah mempersiapkan diri sejak 1 tahun yang lalu kalau-kalau dirinya terkena pemutusan hubungan kerja karena krisis global yang terjadi dan dia tau bahwa karena lamanya dia mengabdi, dia bakal mendapat golden shake hand yang cukup buat hidup selama 7 tahun ke depan… tetep aja sempet tercekat juga ketika mengetahui bahwa namanya masuk dalam list….
Sodara gw, yang ketika sakit dan harus dioperasi, setiap hari mencoba memasrahkan diri, untuk masuk ruang operasi, namun tetep aja panas dingin pucat pasi ketika waktunya tiba.
atau kayak gw tadi, dah mempersiapkan diri buat ambil darah dari jauh2 hari, tetep aja ketika waktunya tiba... kecut juga...
Jadi yang udah merasa siap aja kadang2 masih empot2an pas ngadepin perubahan, apalagi yang nggak siap yak…
Padahal setiap detik perubahan demi perubahan terjadi…karena waktu berjalan terus khan..
Kalo berdasarkan pengamatan gw, manusia biasanya lebih tenang dan lebih siap menghadapi perubahan jika :
1. Perubahan tersebut adalah sesuatu yang menurutnya terkontrol, yang dapat dirasakan oleh panca inderanya.
Jadi ga kayak masuk ke dalam sebuah ruangan yang gelap gulita, meraba-raba dalam kegelapan untuk mencari gelas berisi air dan kemudian meminumnya…tanpa mengetahui bau, warna, bentuk, isi dari air tersebut…
Atau kayak kita naik pesawat… pasrah aja ama pilotnya… ga tau apa yang terjadi didepan…
Weekk.. itu keadaan yang paling nggak enak…
2. Perubahan tersebut adalah sesuatu yang menurutnya terkontrol, karena memiliki informasi/pengetahuan yang dapat mendeteksi dan mengenali perubahan yang akan terjadi, dan sudah memiliki tindakan antisipatif untuk mengatasi dampak negative yang tidak diinginkan akibat datangnya perubahan tersebut
3. Perubahan tersebut adalah sesuatu yang menurutnya terkontrol, karena memiliki jaringan informasi yang luas, memiliki pengetahuan dan keahlian yang dapat digunakan untuk berselancar diantara gelombang-gelombang perubahan dalam rangka bertahan hidup dan kemudian menjadi pemenang.
jadi ya gitu dech.. kita harus mempersiapkan diri kita sejak dini untuk selalu siap mengalami perubahan yang sedang dan akan terjadi.
Di agama diajarkan, bahwa ada 3 hal yang akan dibawa mati oleh manusia ke alam kubur, dan kalo boleh gw terjemahkan maka ke-3nya adalah bekal menghadapi perubahan, bahkan untuk perubahan yang paling drastis sekalipun, mereka adalah :
* Ilmu yang berguna (Pembelajaran)
o Banyak2 belajar, membaca, membuka dan memperluas wawasan, berdiskusi
o Banyak2 berlatih, berolahraga menguatkan fisik, jasmani.
* amal jariah (pengamalan)
banyak ber-amal, bersedekah, berpartisipasi untuk kebaikan dan kebenaran
Memberi bimbingan, membagi ilmu yang dimiliki, dll
* Do’a anak yang saleh (Penerusan)
Membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah…
Banyak2 membangun jaringan, menjaga pertemanan, persahabatan dan persaudaraan.
Ingat !!! teman seribu terasa kurang, namun musuh satu sudah kebanyakan.
Semoga kita semua bisa lebih siap dalam menghadapi perubahan dan ikut berubah menjadi lebih baik serta lebih bermakna…. BER-UBAH !!!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment