Negara lagi heboh….
Belum juga selesai urusan bom mem-bom dengan segala macam teori konspirasinya… Termasuk kemungkinan adanya keberhasilan intelejen tetangga yang berkeluyuran serta memasok segala macam bom yang diledakkan, hingga keterlibatan kader salah satu partai yang kalau isunya dimainkan secara lebih apik bisa memojokkan partai tersebut sebagai sebuah institusi dan bukan lagi pribadi, serta masih banyak teori2 konspirasi lainnya.
Sekarang dihebohkan dengan diklaimnya tari pendet warisan budaya kita oleh kembali negara tetangga kita…
Pikiran nyeleneh gw mungkin agak sedikit berbeda, kalo gw pikir sih ngapain juga ribut-ribut heboh ga karuan…
Bukannya kita dah biasa dicolongin oleh negara tetangga ? Dari mulai yg kelihatan sampe yg ga keliatan.. Baik yang disadari maupun tidak..
Berapa banyak pulau-pulau kita yang segede alaihim sampe hilang sama sekali karena dicolongin pasir lautnya untuk reklamasi pulau tetangga
Berapa banyak hutan-hutan kita yang dulu lebat sekarang gundul segundul-gundulnya karena dicolongin oleh negara tetangga..
Berapa banyak budaya kita yg sudah diclaim, dipatenkan sebagai milik tetangga… Tari reog, tari pendet, keris, lagu rasa sayange, etc
Berapa banyak produk kita yg sudah dipatenkan oleh negara lain, dari mulai tempe, batik, etc
Dan masih buanyak lagi hal2 lainnya…
Jadi gimana ya.. Ya karena toh pemerintah kita kayaknya selalu kalah eh makudnya ngalah untuk hal-hal seperti ini… en kayaknya pemerintah kita ga terlalu perhatian sama budaya sendiri, aset bangsa sendiri… Soale kalo perhatian, knapa ga dari dulu semua asset kita baik yg berupa budaya, produk, dll dipatenkan ? Dijaga, dipelihara etc etc etc
Mending kita berpikir positif aja…
Bahwa pulau-pulau yg ilang itu dipake untuk sesuatu yg lebih bermanfaat… Mensejahterakan rakyat negara tetangga… Daripada mubazir… Disini ga diurus…
Bahwa negara tetangga kita ga punya kebudayaan yg sebanyak, seindah dah seterkenal negara kita
Bahwa negara tetangga lebih perhatian dari pada negara kita sendiri kepada asset-asset bangsa kita dan membantu untuk mempromosikannya untuk kita
Dan jangan-jangan mereka belajar dari kita dalam soal colong menyolong, claim-mengclaim… Khan guru kencing berdiri murid kencing berlari… Jadi anggap aja mereka itu murid murtad….
En bukannya mereka satu rumpun dengan kita… Jadi ya…mungkin aja sudah ada gen turunannya buat masalah colong mencolong en claim mengclaim…
Jadi knapa musti ribut ? Daripada stroke mikirin sendirian karena sebentar lagi juga sudah pada lupa mending kita berpikir positip aja… Dan berdoa banyak-banyak… Semoga pemerintah kita, bangsa kita menjadi lebih perhatian dan menjaga asset-asset bangsa yang telah diberikan oleh Allah serta diwariskan dari nenek moyang kita untuk selanjutnya dipergunakan untuk kesejahteraan anak cucu kita
So… Bener khan… Ngapain juga kita ngurusin “maling-sia”… Gitu aja kok repot…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment